Chapter III (Pak karni)
Aku hanya terdiam, kupandangi matanya penuh amarah. Takkan ku biarkan berandalan urakan ini berbuat jahat padaku.
"Woi... lae, ponakanku itu" triak seoarang bapak dari dalam warung.
"Jangan kau ganggu dia!!! PERGI KAU!!"
pemuda itu pun pergi begitu saja, tampaknya dia takut pada bapak tua di dalam warung itu
entah kenapa dia menolongku, padahal aku sama sekali tak kenal wajahnya
"Hei sini kamu"
"I..iiya pak, kenapa?"
"Kamu dari kampung mau ikut ujian masuk kuliah ya?"
"iya pak, kok bapak tahu?
"Tampangmu cupu, tas mu besar, dan kalau ku lihat kau ini masih terlalu muda untuk orang yang udah kerja, udah pasti anak sekolahan"
"ehh iya gampang di tebak ya pak"
orang tua ini udah mirip detektif, analisisnya tepat, aneh rasanya dia bisa ada di tempat seperti ini. apa di tempat ini ga ada lembaga yang bisa menampung orang-orang seperti dia ya. ntah itu FBI CIA ato apalah yang seperti film detektif di layar kaca itu.
"tiap tahun selalu ada yang model kayak kau gini, makanya hati hati kalau merantau itu. kau mau kemana?"
"mmm... ini pak (menunjukaan alamat)"
"ohh ini dekat sih, kau tunggu sini ya"
bapak tua itu kemudian memanggil becak yang mangkal di dekat situ. entah bagaimana walau wajahnya tergolong seram, tapi aku percaya padanya, jadi biarlah kali ini aku ikuti apa maunya.
"Jon, ini ponakanku kau antar dia ke alamat ini, jangan kau bawa muter-muter, ngerti kau?"
"iya bang, ongkosnya 10 ribu ya"
"iya nanti kau minta sama dia. hei nak kalau kau ada apa-apa nanti bilang kau ini ponakanku, pak Karni yang punya lapo tuak di terminal, oke"
"Oke pak, terima kasih ya pak"
kemudian aku pun di antar oleh becak tersebut ke alamat yang dituju
Namanya pak karni, akan ku ingat itu
***bersambung***
bersambung lagii?? hmmh..
#berpangku dagu
ikut tiduran di blog nya ya,,
sambil nunggu chapter selanjutnya,,
mau pulang ga ada kendaraan,,
ky : iya ky, lama lama mirip tersanjung nih hahaha
mas iboy : pasang tenda sekalian mas hehe
xihihii..
hihi,
oia dah ada tuh sambungannya