Warung Bebas

5/31/2012

Mimpi Sang Bintang (Chapter II)

Chapter II (Ibukota Here I Come)

Persimpangan jalan tempatku berdiri ini adalah jalan menuju impianku. Dimana nanti akan lewat sebuah benda besar dengan banyak roda, dan dia akan membawaku jauh ke tempat yang tak pernah terpikirkan bentuknya. Yang pasti aku takkan menemukan sawah atau pohon pisang seperti yang ada di belakang rumahku itu. Kulihat kembali secarik kertas yang ada di tanganku, tertulis sebuah alamat. Ibu bilang ini adalah alamat temannya dulu waktu kecil, ntah bagaimana nanti caranya, aku pasti akan menemukan tempat ini.



Tak lama aku berdiri disana, bis itu pun datang. Aku segera berpamitan pada ayah dan ibu, mereka menangis melepas kepergianku.

"Hati-hati disana ya nak, jaga kesehatanmu, dan jangan lupa telpon orang tua si ayu kalau ada apa-apa"
"Bintang ga akan kenapa-napa yah, mohon do'a nya ya".

Yah , kami memang tak punya benda ajaib yang mampu menghubungkan orang-orang yang saling berjauhan. satu satunya cara adalah dengan menyampaikan pesan-pesan itu melalui pak Karni, ayah Ayu. Mungkin tak akan banyak berita yang akan aku sampaikan, aku tak ingin menyusahkan mereka, lagipula aku tak tahu bagaimana caranya menggunakan benda itu.

-skip-

Bis yang aku tumpangi telah sampai, aku menginjakan kakiku untuk pertama kalinya di kota medan. Kata orang sih kota ini lumayan kejam, tapi tak sekejam jakarta kok, jadi mungkin aku bisa sedikit santai. Baru saja aku keluar terminal, tiba-tiba itu semua terasa sangat nyata. Kemana aku akan pergi??, arah yang mana? aku benar benar bingung.

"Bintang.."

Suara itu tak asing lagi bagiku, itu suara Ayu, dari mana datangnya? dimana?

"Hei disini.. sebelah kananmu bintang.."
"Ayu.. ahh maaf aku ga lihat kamu disitu"

Ya iyalah aku ga lihat, ayu di dalam mobil, cuma kepalanya aja yang kelihatan sedikit dari balik kaca.

"Kamu mau kemana Bintang?"
"eemmm.. aku mau kerumah paman"
"ohh yaa hati hati ya Bintang, besok kita ketemu di USU yah"
"eh iya iya...sampai besok ya"

Kemudian Ayu pun berlalu, sepertinya dia yakin aku tahu benar soal tempat ini. Atau mungkin dia sudah tak ingat lagi pernah menjadi teman yang selalu ada untukku. Kenapa dia pergi begitu saja? seolah di wajahku ini tak terpampang sebuah tulisan besar, "Aku sedang kebingungan".

-skip-

Sudah 1 jam aku berjalan, entah kemana aku pun tak tahu. sampai akhirnya aku memutuskan untuk berteduh sebentar di depan warung. mataku masih berkeliaran mencari wajah wajah baik hati yang akan menunjukan jalan. Tapi orang-orang disini tampak sangt sibuk, tak satupun terlihat bersahabat. sampai seorang pemuda melingkarkan tangannya ke bahuku, sambil menempelkan sebuah benda ke pinggangku.
ya...aku dapat merasakannya, tajam. mungkin itu adalah sebilah pisau.

"Kau mau kemana lae? biar ku antar kau,"

Aku hanya terdiam, kupandangi matanya penuh amarah. Takkan ku biarkan berandalan urakan ini berbuat jahat padaku.

Ketika aku di luar sana, sepertinya aku benar-benar "sendiri"


***bersambung***

4 comments em “Mimpi Sang Bintang (Chapter II)”

  • 6/01/2012 12:18 AM
    Kyndaerim Disse:

    jadi ini ya ceritanya bit?

    bagus-bagus :-bd

    delete
  • 6/01/2012 12:24 AM
    Ryan Purnomo Disse:

    bintang mulai merantau dan mendapat pengalaman baru,,

    ditunggu lanjutannya bang ubit

    delete
  • 6/01/2012 6:13 PM
    u n n i Disse:

    Waduhhh,, penasaran dgn lanjutannya ... ditunggu..

    delete
  • 6/01/2012 11:04 PM

    hehe..
    lanjutannya masih di garap
    yg sabar ya smuaa

    delete

Post a Comment

 

Catatan Seorang Guru Gokil Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger