Warung Bebas

5/30/2012

Mimpi Sang Bintang

Namaku Bintang, dan hari ini adalah bagian hidupku yang kusebut "LULUS"

"Bintang...gimana? gimana?"tanya Ayu padaku. "Lulus kok Yu" jawab ku. "Yess, wahaahaa kamu jangan lupa kita nanti satu kampus lagi ya tang", "eenggg...iya deh aku usahakan Yu" jawabku tersenyum. Aku dan Ayu adalah anak sekolahan biasa yang baru saja lulus ujian akhir nasional. Kami turut berbahagia bersama anak anak lainnya yang juga lulus dari sekolah kecil di pelosok Sumatera. Tak jauh berbeda dengan anak anak lainnya akupun punya impian untuk menyambung kuliah di universitas favorit ibukota. Hanya saja ini akan sedikit berat bagiku mengingat aku bukanlah anak yang "berada". entah bagaimana caraku akan mengatakan ini pada ayah, dia telah berpesan padaku untuk membantunya mengerjakan sawah bersamanya setelah lulus nanti. andai saja nasibku semujur ayu atau anak anak lainnya yang mampu untuk menyambung pendidikan dari uang orang tuanya mungkin aku takkan berjalan pulang dengan langkah lesu seperti ini.

Chapter I (Aku ingin pergi)

Sesampainya di rumah aku melihat ayah sedang beristirahat di pondok kecilnya di tengah sawah. Peluhnya belum mengering, letihnya belum hilang, tapi matanya begitu berbinar melihat kedatanganku.
"Kamu lulus nak?"

"Lulus yah"
"Bagus, lalu gimana selanjutnya"

Aku terdiam sejenak, sangat berat rasanya ingin mengatakan padanya, aku tak ingin menambah bebannya, tapi aku benar benar tak ingin berakhir disini.

"Yah, kalau aku...mmmmm"
"Katakan! jangan setengah setengah gitu ngomongnya, kamu laki laki."
"iya, aku....aku ingin kuliah ke kota yah."

kemudian pria paruh baya itu terdiam, memalingkan pandangannya ke hamparan sawah yang masih hijau. Aku tau pasti, dia sedang pusing memikirkan biaya yang harus keluar demi keinginanku.

"Udahlah yah ga usah dipikirkan, tadi aku cuma meracau"
"Tidak nak, pergilah. Ayah selalu mendukungmu. sudah sekarang mandi trus bantuin disini ya"

Entah hari itu aku bermimpi atau mungkin ayah memang lupa kalau dia ingin aku membantunya di sawah, entahlah. Tapi aku senang dia tak kecewa dengan permintaanku. sore itu aku habiskan untuk membantunya sambil bercanda ria tentang aku dan ibu kota.


Ayah adalah orang yang pertama sekali merasa bangga saat kau punya impian

***bersambung***

1 comments:

  • 5/31/2012 8:24 AM
    Ryan Purnomo Disse:

    seorang bapak, tak kan berhenti memutar otak dan membating tulang hingga cita-cita anaknya tercapai.

    nice story bit, keep writing,

    ditunggu lanjutannya.

    #salam kenal juga dari 'Iboy'

    delete

Post a Comment

 

Catatan Seorang Guru Gokil Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger