Chapter III (Pak karni)
Aku hanya terdiam, kupandangi matanya penuh amarah. Takkan ku biarkan berandalan urakan ini berbuat jahat padaku.
"Woi... lae, ponakanku itu" triak seoarang bapak dari dalam warung.
"Jangan kau ganggu dia!!! PERGI KAU!!"
pemuda itu pun pergi begitu saja, tampaknya dia takut pada bapak tua di dalam warung itu
entah kenapa dia menolongku, padahal aku sama sekali tak kenal wajahnya


